Tuesday 19 February 2019

Mengenal SUN (Surat Utang Negara) dan Istilah Pentingnya

Surat Utang Negara (SUN) adalah Surat Berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah. SUN digunakan oleh pemerintah untuk membiayai kebutuhan anggaran pemerintah seperti untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dari sisi pemerintah, SUN bermanfaat untuk mencari dana untuk membiayaan APBN. Sementara itu, dari sisi pembeli atau investor, SUN adalah suatu produk keuangan yang menawarkan keuntungan, dengan adanya pembayaran bunga atau kupon dan potensi peningkatan harga (capital gain).

Dalam bahasa awamnya, SUN ini adalah bukti pemerintah berutang kepada investor dalam jangka waktu tertentu. Pemerintah menjamin pembayaran bunga dan pokok dari SUN sesuai masa berlakunya.

surat utang negara

Istilah Terkait SUN

Accrued Interest

Jumlah kupon (bunga) obligasi yang dihitung dari sejak pembayaran kupon terakhir sampai dengan tanggal setelmen.

Adjusted Gross Income

Pendapatan yang menjadi dasar individu atau rumah tangga dalam menghitung federal income tax.

Agen Lelang Surat Utang Negara

Pihak yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk melaksanakan lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana.

Agen Fiskal

Agen yang ditunjuk untuk melakukan pencatatan kepemilikan (registry) dan melakukan pembayaran bunga dan pokok obligasi.

Allotment

Penetapan alokasi Obligasi Negara yang diperoleh.

APBN Penyesuaian

APBN yang disesuaikan volumenya sebagai akibat perubahan asumsi makro. Penyesuaian ini tidak memerlukan pengesahan Undang-undang, namun cukup dibicarakan dengan DPR.

APBN Perubahan

APBN tahun berjalan yang pada akhir masa tersebut dilakukan perubahan, dan perubahan ini memerlukan pengesahan oleh pemerintah bersama DPR dalam bentuk Undang-Undang (UU APBN Perubahan). Dahulu ABPN Perubahan ini dikenal dengan nama APBN-TP.

Arranger dan Agen Penjual Obligasi Negara

Pihak yang ditunjuk oleh pemerintah untuk melaksanakan Book-building dan penjualan Obligasi Negara di pasar perdana.

Asset to Bond Swap

Pertukaran antara aset yang dikelola oleh BPPN dengan obligasi negara yang diterbitkan dalam rangka program rekapitalisasi perbankan.

Automatic Bidding System

Sistem penawaran lelang secara otomatis dengan menggunakan sarana lelang elektronis yang tersambung (on line). Bidder memasukan penawarannya dan oleh sistem secara otomatis akan merekam dan mengurutkan atas dasar urutan waktu.

Average Maturity

Rata-rata jangka waktu jatuh tempo obligasi.

Benchmark yield curve

Kurva yang menggambarkan hubungan antara tingkat keuntungan (yield) pada berbagai jatuh tempo dari surat berharga tanpa risiko. Kurva ini menjadi dasar acuan dalam proses penentuan harga obligasi dan aset finansial lainnya serta pembentuk ekspektasi pasar tentang suku bunga dimasa depan.

Bid-to-cover ratio

Rasio antara jumlah penawaran yang masuk dengan jumlah penawaran yang dimenangkan.

BI-SKRIP (Bank Indonesia-Sistem Kliring, Registrasi, Informasi dan Penatausahaan Surat Berharga)

Sistem yang digunakan oleh Bank Indonesia untuk menatausahakan Obligasi Negara, yang terdiri dari (i) pencatatan kepemilikan; (ii) setelmen transaksi, dan; (iii) pembayaran bunga dan pokok Obligasi Negara.

Book Entry Registry (BER)

Sistem pencatatan obligasi tanpa warkat dalam suatu jurnal elektronis.

Bookbuilding

Kegiatan mengumpulkan pemesanan pembelian dari para investor.

Buyback

Pembelian kembali obligasi (Surat Utang Negara) sebelum jatuh tempo.

Capital Gain

Keuntungan yang berasal dari selisih harga jual dan harga beli dari suatu aset finansial.

CAR (Capital Adequacy Ratio)

Merupakan ketentuan pemenuhan penyediaan modal minimum bank-bank yang saat ini sebesar 8%. CAR adalah rasio antara modal dengan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR).

Central Registry

Pihak yang bertanggung jawab untuk menyimpan catatan kepemilikan dari obligasi Pemerintah, pembayaran kupon serta menatausahakan perpindahan hak kepemilikan obligasi pemerintah. Saat ini Bank Indonesia bertindak sebagai Central Registry.

Clean price

Harga obligasi dikurangi accrued interest.

Code of conduct

Standar perilaku yang merupakan aturan tertulis yang harus dipatuhi oleh para anggota suatu perkumpulan dalam menjalankan kegiatannya.

Competitive bid auction

Sistem lelang dimana tiap-tiap peserta lelang menyampaikan harga penawaran (bid price) masing-masing.

Continuous Auction

Mekanisme lelang secara berkesinambungan yang akan berhenti apabila ada kesesuaian antara harga bid-offer.

Cost of funds

Biaya yang dikeluarkan bank atas dana yang dihimpunnya sebelum diperhitungkan reserve requirement.

Credit Risk

Risiko dimana penerbit obligasi tidak mampu membayar bunga dan pokok obligasi pada saat jatuh tempo. Credit risk ini sering juga disebut Default risk.

Cross currency swaps

Pertukaran dua valuta atau mata uang yang berbeda dengan perjanjian kedua belah pihak akan mempertukarkannya kembali sebesar nilai nominalnya pada saat jatuh tempo.

Day count

Jumlah hari yang digunakan dalam menghitung accrued interest obligasi.

Debt Switching

Penukaran obligasi yang telah beredar dengan obligasi jenis lain yang memiliki jangka waktu jatuh tempo dan/atau kupon yang berbeda.

Defisit Anggaran

Selisih negatif antara Penerimaan Negara dengan Belanja Negara.

Dirty price

Harga obligasi yang mengandung accrued interest, sering juga disebut full price.

Discount Bonds (zero coupon bonds)

Obligasi yang tidak memberikan kupon atau bunga, dijual dengan diskonto dan pada saat jatuh tempo obligasi dibayarkan atau dilunasi sesuai dengan nilai nominalnya.

Diskonto obligasi

Selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan (accrued interest) untuk obligasi dengan kupon.

Divestasi

Pelepasan kepemilikan (modal/saham) pada suatu perusahaan.

Due diligence

Pemeriksaan secara mendalam terhadap suatu aspek dari institusi tertentu.

Duration

Rata-rata tertimbang jangka waktu jatuh tempo obligasi. Duration digunakan untuk mengukur volatilitas obligasi, semakin kecil duration semakin tinggi tingkat volatilitas obligasi.

Federal tax

Kebijakan yang bertujuan untuk menjamin bahwa individu, trust, estates, dan perusahaan yang kaya membayar paling tidak sejumlah pajak pendapatan.

Financial market

Pasar keuangan, kelompok pasar dimana instrumen jangka pendek dan jangka panjang diperdagangkan, meliputi pasar uang dan pasar modal.

Fixed Rate Bonds

Obligasi yang memiliki suku bunga tetap sampai dengan jatuh tempo. Bunga dibayarkan setiap enam bulan pada tanggal 15 pada bulan yang telah ditentukan.

Flat yield curve

Adalah kurva dimana yield obligasi jangka pendek sama dengan yield obligasi jangka panjang.

Floating rate bonds (variable rate bonds)

Obligasi yang tingkat bunganya disesuaikan secara periodik berdasarkan tingkat bunga Treasury Bills atau rata-rata deposito berjangka bank-bank tertentu. Obligasi bunga variable yang diterbitkan pemerintah dalam rangka rekap suku bunganya ditetapkan setiap 3 bulan berdasarkan tingkat bunga SBI 3 bulan.

Foreign currency loan

Pinjaman dalam bentuk valuta asing.

Forward foreign exchange contract

Suatu kontrak atau kesepakatan penyerahan kemudian sejumlah valuta asing atas suatu transaksi (underlying) pada periode tertentu yang disepakati.

Gross income

Total pendapatan individu sebelum pengurangan (deductions) dan pengecualian (exclusions).

Harga Beragam (Multiple Price)

Harga yang dibayarkan oleh masing-masing pemenang lelang sesuai

dengan harga penawaran yang diajukannya.

Harga indikatif

Harga rata-rata Obligasi Negara di pasar sekunder dalam periode 1 (satu) minggu.

Harga Setelmen

Harga yang harus dibayarkan atas lelang Surat Utang Negara yang dimenangkan.

Hedge Bonds

Obligasi yang suku bunganya ditetapkan berdasarkan tingkat bunga SIBOR (Singapore interbank offered rate) 3 bulan + 2% pada pokok yang diindeks dengan perubahan kurs rupiah terhadap US$. Obligasi ini dimaksudkan untuk menutup posisi devisa neto (net open position) bank-bank rekap.

Holding period

Masa kepemilikan suatu obligasi yang dihitung sejak pembeliannya.

Humped-backed yield curve

Adalah kurva dimana yield obligasi mengalami fluktuasi.

INDO-14

Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah RI dengan denominasi USD. Obligasi ini diterbitkan pada tanggal 3 Maret 2004, dengan kupon sebesar 6.75% dan jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2014, jumlah nominal yang diterbitkan adalah sebesar USD 1,00.

Indonesia Goverment Securities Trading System

Sistem perdagangan Surat Utang Negara secara elektronik yang digunakan dalam perdagangan Surat Utang Negara di pasar sekunder oleh pedagang Surat Utang Negara.

Inflasi

Persentase kenaikan harga umum barang dan jasa dalam suatu periode tertentu.

Instrumen investasi pendapatan tetap (fixed income asset)

Surat berharga yang menawarkan pendapatan yang tetap dari waktu ke waktu. Di Indonesia surat berharga dimaksud (biasanya obligasi) ditawarkan perusahaan sekuritas sebagai produk reksadana pendapatan tetap.

Inter Dealer Market

Pasar antar dealer pedagang Surat Utang Negara.

Interest rate swap

Suatu perjanjian dimana dua pihak (disebut counterparties) membuat kesepakatan untuk mempertukarkan pembayaran bunga secara periodik.

Investment portfolio account (rekening portofolio investasi)

Rekening yang dipergunakan untuk mencatat obligasi pemerintah yang dimiliki bank dalam portofolio investasi/aset-nya dengan nilai historis (historical price).

Kupon

Besarnya bunga yang dibayarkan secara reguler, yang dinyatakan dalam persentase terhadap nilai nominal obligasi.

Lelang Surat Utang Negara

Penjualan Surat Utang Negara dengan cara pengajuan penawaran pembelian secara kompetitif maupun nonkompetitif dalam suatu periode waktu penawaran yang telah ditentukan dan diumukan sebelumnya.

Loan to Deposit Ratio (LDR)

Ratio antara kredit yang diberikan dengan dana pihak ketiga yang dihimpun oleh perbankan.

Market Expected Yield

Hasil yang diharapkan oleh pasar atas suatu surat berharga (misalnya obligasi pemerintah).

Market maker (penggerak pasar)

Lembaga keuangan yang bertindak sebagai penggerak pasar dengan memberikan kuotasi harga dua arah (bid and offer prices) dan setiap saat siap menjual dan membeli.

Mismatch exposure

Ketidaksesuaian antara sisi liabilities dan asset bank.

Multiple price auction

Sistem lelang dimana pemenang lelang akan membayar harga surat berharga sesuai dengan harga penawaran (bid price) yang diajukannya.

Multiple Price

Metode harga beragam, yaitu metode penentuan pemenang lelang dimana harga yang dibayarkan oleh masing-masing pemenang sesuai dengan harga penawaran yang diajukannya.

Negative spread

(dalam perspektif bank) selisih minus antara biaya dana dengan pendapatan bunga.

Non competitive bid auction

Sistem lelang dimana sebagian peserta lelang tidak menyampaikan harga penawaran dan akan menerima atau membayar berdasarkan harga rata-rata hasil lelang dari competitive bidder.

Obligasi Negara (ON)

Surat Utang Negara (obligasi) dalam mata uang rupiah dengan kupon atau dengan pembayaran bunga secara diskonto, berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan, dan pada saat jatuh tempo dilunasi sebesar nilai nominalnya.

Obligasi Negara

Surat Utang Negara yang berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan dengan pembayaran bunga secara periodik dan/atau dengan pembayaran bunga secara diskonto.

Open market operation

Merupakan instrumen kebijakan moneter untuk mempengaruhi jumlah uang beredar dalam sistem perbankan melalui penjualan atau pembelian surat-surat berharga.

Outliers

istilah yang menggambarkan yield dari transaksi perdagangan yang secara signifikan berbeda dari tingkat yield yang umum dan wajar terjadi di pasar sekunder dalam waktu tertentu.

Outright transaction

Transaksi jual-beli obligasi tanpa kewajiban membeli atau menjual kembali obligasi tersebut. Kebalikan dari transaksi repo.

Outright

Transaksi jual-beli obligasi secara lepas tanpa kewajiban membeli atau menjual kembali obligasi tersebut.

Oversubscribed

Suatu keadaan dimana permintaan dari jenis sekuritas yang baru diterbitkan melebihi jumlah yang ditawarkan.

Over-the-Counter

Pasar Obligasi Negara yang dilakukan pelaku pasar melalui perdagangan di luar bursa.

Paperless (scriptless)

Sekuritas atau surat berharga tanpa warkat.

Par to par

Pertukaran obligasi (fixed rate menjadi variable rate) yang dilakukan berdasarkan nilai nominalnya masing-masing.

Pasar Perdana Internasional

Kegiatan penawaran dan penjualan Obligasi Negara dalam valuta asing di luar wilayah Indonesia untuk pertama kali.

Pasar Perdana

Pegiatan penawaran dan penjualan Surat Utang Negara untuk pertama kali.

Pasar Sekunder

Pegiatan perdagangan Surat Utang Negara yang telah dijual di pasar perdana.

Pelaksana Penatausahaan Surat Utang Negara

Pihak ditunjuk oleh Pemerintah untuk melakukan kegiatan pencatatan kepemilikan, kliring dan setelmen, serta agen pembayar bunga dan pokok Surat Utang Negara.

Pemesanan Pembelian Kompetitif

Pemesanan pembelian dengan mencantumkan volume dan tingkat yield yang diinginkan pemesan.

Pemesanan Pembelian Non Kompetitif

Pemesanan pembelian dengan mencantumkan volume tanpa tingkat yield yang diinginkan pemesan.

Penawaran Pembelian Kompetitif

Pengajuan penawaran pembelian dengan mencantumkan volume dan yield yang diinginkan penawar.

Penjatahan

Penetapan alokasi Obligasi Negara yang diperoleh setiap pemesan seuai dengan hasil penjualan.
Sponsored Links:

Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara

Merupakan suatu Self Regulatory Organization (SRO) yang didirikan sejak Nopember 2002 untuk menyelenggarakan pasar antar dealer pedagang Surat Utang Negara, berdasarkan sistem perdagangan dan kode etik yang telah disepakati oleh seluruh anggota. Peserta Lelang, pihak yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk dapat ikut serta dalam lelang Surat Utang Negara.

Positive yield curve (normal yield curve)

Adalah kurva dimana yield obligasi jangka pendek lebih rendah dari obligasi jangka panjang dan disebut negative atau inverted yield curve apabila terjadi sebaliknya.

Primary dealer (dealer utama)

Lembaga keuangan yang ditunjuk oleh pemerintah, untuk secara aktif melakukan penawaran (bid) obligasi pemerintah di pasar perdana. Primary Dealer dapat juga berperan sebagai penggerak pasar (market maker) di pasar sekunder.

Primary dealer system

Suatu sistem perdagangan di pasar perdana dengan menggunakan suatu panel dealer utama (primary dealer).

Primary market (pasar primer)

Kegiatan penawaran dan penjualan surat berharga (termasuk obligasi pemerintah) untuk pertama kali.

Prospektus

Informasi tertulis mengenai penawaran obligasi kepada publik dengan tujuan agar pihak membeli obligasi yang dimaksud.

Public offering auction system

Penawaran umum obligasi dengan menggunakan sistem lelang.

Redemption of debt

Pelunasan kembali surat utang sebelum atau setelah jatuh tempo dengan harga diskon (at discount) atau premium (at premium).

Redemption value

Nilai pokok obligasi yang harus dibayarkan kepada pemegang obligasi pada saat obligasi jatuh tempo.

Reference rate

Tingkat bunga yang dijadikan sebagai patokan atau referensi untuk menentukan bunga obligasi, misalnya tingkat bunga SBI-1 bulan atau 3-bulan, Sibor/Libor. Reference rate juga sering disebut sebagai benchmark.

Refinancing Risk

Risiko dimana pemerintah tidak mampu memperoleh dana dari hasil penjualan obligasi baru yang dibutuhkan untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo.

Refunding bonds

Obligasi yang diterbitkan dalam rangka melunasi obligasi yang akan jatuh tempo.

Rekening Kas Negara

Rekening yang menampung seluruh penerimaan negara baik yang bersumber dari perpajakan, non perpajakan, maupun hibah dan seluruh pengeluaran negara dalam rangka penyelenggaraan kegiatan pemerintahan.

Remote Trading

Sistem perdagangan jarak jauh yang dapat dilakukan oleh Anggota Bursa dari kantor Anggota Bursa masing-masing dimana setiap order langsung dikirim ke sistem perdagangan tanpa perlu memasukkan order melalui lantai bursa.

Reopening

Penerbitan kembali seri obligasi yang telah diterbitkan sebelumnya.

Repo

Yang juga disebut RPs atau buybacks, sering digunakan sebagai instrumen investasi pasar uang dan sebagai instrumen kebijakan moneter oleh Bank Sentral.

Reprofiling

Program penawaran pertukaran (exchange offer) dengan maksud untuk menata ulang struktur jatuh tempo obligasi agar menjadi lebih seimbang dan mengurangi tekanan fiskal di masa mendatang.

Repurchase Agreement (Repo)

Persetujuan antara penjual dan pembeli surat berharga dimana penjual menyetujui untuk membeli kembali surat berharga tersebut dengan harga dan dengan jangka waktu yang telah disepakati.

Revenue bonds

Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyek atau perusahaan tertentu dimana pemilik obligasi dijamin dengan hasil (revenue) proyek yang dibiayai dengan obligasi tersebut. Obligasi ini adalah salah satu jenis dari municipal bonds.

Reverse repo

Pembelian surat berharga oleh satu pihak (pembeli) dari pihak lainnya (penjual) dengan perjanjian akan dijual kembali dengan harga dan jangka waktu yang telah disepakati.

Risk exposure

Merupakan potensi risiko yang ada dari struktur portofolio yang dimiliki.

Risk management

Pengelolaan risiko yang mungkin timbul dari penerbitan Surat Utang Negara terutama yang berkaitan dengan risiko pendanaan, risiko gagal bayar, risiko operasional, risiko pasar.

Rounding method

Cara pembulatan atas hasil penghitungan, misalnya pembulatan penuh (simple rounding) atau pembulatan dengan desimal atau fraksi.

Secondary market (pasar sekunder)

Kegiatan perdagangan surat berharga (termasuk obligasi negara) yang telah dijual di pasar primer.

Sektor

Pengelompokan obligasi berdasarkan time to maturity-nya.

Setelmen

Penyelesaian transaksi Surat Utang Negara yang terdiri dari setelmen dana dan setelmen kepemilikan Surat Utang Negara.

Single price/uniform price auction

Sistem lelang dimana pemenang lelang akan membayar surat berharga sesuai dengan harga rata-rata penawaran.

Stapled Bond *)

Obligasi yang digolongkan ke dalam program pertukaran obligasi lama dengan 2 (dua) jenis obligasi baru, dimana obligasi jenis pertama memberikan kupon yang lebih tinggi dari obligasi jenis kedua, namun rata-rata tertimbang kupon kedua jenis obligasi tersebut sama dengan kupon obligasi rekap yang akan dipertukarkan. Contoh: obligasi Seri FR0001 ditukarkan dengan Seri FR0006 dan FR0007. Seri FR0003 ditukarkan dengan FR0008 dan FR0009. Stop-out Rate, penjualan Surat Utang Negara berdasarkan target jumlah Surat Utang Negara yang akan dijual Pemerintah.
*) pengertian terutama mengacu kepada obligasi rekap

Straight bonds

Obligasi yang dapat dilunasi oleh atau dijual kembali kepada pemiliknya sebelum jatuh tempo.

Sub Registry

Lembaga yang ditunjuk Bank Indonesia untuk melakukan seluruh kegiatan kliring, setelmen termasuk pencatatan dan pengalihan kepemilikan obligasi pemerintah dan melakukan fungsi sebagai agen pembayar untuk pemilik surat berharga yang tercatat pada Sub Registry.

Surat Perbendaharaan Negara (SPN)

Surat Utang Negara (obligasi) dalam mata uang rupiah tanpa kupon yang dijual secara diskonto, berjangka waktu sampai dengan 12 (dua belas) bulan, dan pada saat jatuh tempo dilunasi dengan nilai nominalnya.

Surat Utang Negara (SUN)

Surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia, sesuai dengan masa berlakunya.

Syndicate underwriting

Penjaminan emisi dalam bentuk sindikasi yang terdiri dari lead-underwriter, managing underwriter dan co-underwriter.

Tax exemption

, pembebasan dari kewajiban pembayaran pajak atas obyek pajak tertentu berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Tax washing

Tindakan untuk menghindari pembayaran pajak oleh wajib pajak, dengan memanfaatkan individu atau institusi yang memperoleh fasilitas tax exemption.

Taxable income

Pendapatan bersih (laba bersih) sebelum dikurangi pajak.

Tenor

Jangka waktu jatuh tempo obligasi.

Time to maturity

Waktu yang tersisa (umumnya dalam tahun) hingga suatu obligasi dilunasi atau jatuh tempo.

Trading portfolio account (rekening portofolio perdagangan)

Rekening yang dipergunakan untuk mencatat obligasi pemerintah yang dimiliki bank dalam portofolio investasi/aset-nya dengan harga pasar (marked to market) dan siap untuk diperdagangkan.

Transaksi Outright

Transaksi obligasi jual beli obligasi tanpa kewajiban untuk menjual atau membeli kembali.

Treasuries

Surat pengakuan hutang Pemerintah Federal AS yang dijamin pembayarannya (full faith and credit), diterbitkan dalam berbagai jangka waktu jatuh tempo dan dapat diperdagangkan. Surat Berharga ini terdiri dari Treasury Bills, Treasury Notes dan Treasury Bonds.

Treasury Bills

Surat berharga yang berjangka waktu satu tahun atau kurang dijual dengan cara diskonto (at discount) dari nilai nominalnya melalui lelang.berjangka pendek yang diterbitkan oleh pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) dengan diskonto dan pada saat jatuh tempo dibayarkan sesuai dengan nilai nominalnya.

Treasury Bonds (T-Bonds)

Surat berharga berjangka waktu panjang yang jatuh temponya 10 tahun atau lebih yang diterbitkan dengan denominasi minimum USD 1.000.

Treasury Notes(T-Notes)

Surat berharga berjangka waktu tempo menengah yaitu satu sampai dengan 10 tahun dijual dengan cara langsung (cash subscription) melalui penukaran utang pemerintah yang masih berjalan atau yang jatuh tempo, atau dengan melalui cara lelang. Denominasinya mulai dari USD 1000.

Uang Primer atau Reserve Money

Kewajiban otoritas moneter yang terdiri atas uang kertas dan uang logam yang berada di luar BI dan KPKN, yang dimiliki oleh bank umum dan sektor swasta , serta simpanan giro bank umum dan sektor swasta (penduduk) pada BI.

Variable Rate Bonds

, obligasi yang suku bunganya ditetapkan berdasarkan tingkat bunga SBI 3 bulan.Bunga dibayarkan setiap 3 bulan pada tanggal 25 pada bulan yang telah ditentukan.

Weighted Average Price (WAP)

Harga obligasi yang ditetapkan secara rata-rata tertimbang.

Withholding tax

Pajak yang dipungut dimuka oleh Wajib Pungut.

Yield (Imbal Hasil)

Kkeuntungan yang diharapkan oleh investor dalam persentase per tahun.

Yield curve (kurva hasil)

Grafik yang menggambarkan hubungan antara tingkat keuntungan (rate of return) atau yield dengan berbagai jangka waktu jatuh tempo obligasi.

Yield to maturity (YTM)

Tingkat keuntungan (rate of return) yang akan diterima investor dari suatu obligasi apabila dimiliki sampai dengan jatuh tempo.

Jenis-Jenis SUN (Surat Utang Negara)

jenis surat utang negara

Sesuai Undang-Undang No. 24 Tahun 2002, SUN terdiri dari Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara (termasuk Obligasi Negara Retail/ORI).

1. Surat Perbendaharaan Negara (SPN)

Surat Perbendaharaan Negara (SPN) adalah SUN yang berjangka waktu maksimal 12 bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto.

2. Obligasi Negara

Obligasi Negara adalah SUN yang berjangka waktu lebih dari 12 bulan dengan kupon atau pembayaran bunga secara diskonto.

3. Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

Obligasi Negara yang diperdagangakan secara ritel. Tujuan diterbitkannya ORI adalah untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat atau investor individual untuk secara langsung memiliki dan memperdagangkan secara aktif dalam perdagangan Obligasi Negara.

Siapa Saja yang Bisa Membeli SUN?

pembeli surat utang negara

SUN dapat dimiliki investor institusi ataupun investor perseorangan yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan melampirkan KTP saat pembelian. SUN bisa didapatkan melalui pasar perdana maupun pasar sekunder. Pasar Perdana adalah kegiatan penawaran dan penjualan Surat Utang Negara untuk pertama kali, sedangkan Pasar Sekunder adalah kegiatan perdagangan Surat Utang Negara yang telah dijual di Pasar Perdana.

Bagaimana Bentuk Fisik SUN?

bentuk fisik surat utang negara

Surat Utang Negara dapat diterbitkan dalam bentuk warkat atau tanpa warkat (scripless). Surat Utang Negara yang saat ini beredar, diterbitkan dalam bentuk tanpa warkat. Surat Utang Negara dapat diterbitkan dalam bentuk yang dapat diperdagangkan atau yang tidak dapat diperdagangkan.

Untuk bentuk tanpa warkat ini investor tidak perlu khawatir membeli atau berinvestasi barang yang tidak terlihat karena ada bukti pembeliannya berupa invoice (penagihan). Bukti ini yang nanti bisa digunakan untuk pencairan dana pokok investor saat SUN sudah jatuh tempo.

Apa Tujuan Penerbitan Surat Utang Negara?

tujuan surat utang negara

Bagi pemerintah, SUN diterbitkan untuk (1) membiayai defisit APBN, (2) menutup kekurangan kas jangka pendek, dan (3) mengelola portofolio utang negara. Pemerintah pusat berwenang menerbitkan SUN setelah mendapat persetujuan DPR yang disahkan dalam kerangka pengesahan APBN dan setelah berkonsultasi dengan Bank Indonesia.

Siapa yang mengelola Surat Utang Negara?

Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU)

Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU). Tugas DJPU yang terkait dengan pengelolaan SUN ialah menyiapkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan SUN yang meliputi: perencanaan struktur portofolio yang optimal; pelaksanaan penerbitan, penjualan, pembelian kembali dan  penukaran; pengelolaan risiko portofolio SUN; pengembangan infrastruktur dan institusi pasar SUN; dan publikasi informasi tentang pengelolaan SUN berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal.

Apa Manfaat SUN Bagi Investor?

manfaat surat utang negara

SUN merupakan salah satu alternatif investasi yang relatif bebas risiko gagal bayar. SUN memberikan peluang bagi investor dan pelaku pasar untuk melakukan diversifikasi portofolionya guna memperkecil risiko investasi.

Tingkat keuntungan investasi pada SUN, sebagaimana pada obligasi pada umumnya bersumber dari penghasilan kupon (bunga) dan potensi kenaikan harga (capital gain) dari harga obligasi.

SUN merupakan instrumen investasi yang bebas risiko gagal bayar karena pembayaran bunga/kupon dan pokoknya dijamin oleh UU SUN. Oleh karena itu, setiap tahun Pemerintah menganggarkan pembayaran kupon maupun pokok ON dalam APBN.

Produk SUN seperti Obligasi Negara juga dapat dijadikan sebagai agunan dan dapat dijual setiap saat apabila pemilik membutuhkan dana.

Referensi:
Saham OK. " Daftar Istilah SUN ". Web. Diakses pada 2 Agustus 2018.
Bareksa. " Apa Itu SUN? Kenali Istilah, Jenis dan Manfaat Surat Utang Negara ". Web. Diakses pada 2 Agustus 2018.

Untung Nggak Sih Beli Surat Utang Negara?

Jakarta - Surat Berharga Negara (SBN) ritel bisa dibeli secara online pada akhir Mei 2018. Pemasaran SBN ritel online ini juga melibatkan financial technology(fintech) yang sudah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

"Kita akan menerbitkan SBSN ritel online, Kita dalam 2 bulan ini mulai pasarkan," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/4/2018).


Sebanyak sembilan mitra distribusi itu Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA, Bank Permata, Bank DBS. Lalu, dua perusahaan efek yaitu Trimegah dan Bareksa, dan satu lagi Investree yang merupakan fintech.
Rencananya SBN Ritel Online atau SBR003 memiliki tenor dua tahun dengan minimal pemesanan sebesar Rp 1 juta dan maksimal pemesanan Rp 3 miliar.


detikFinance mencoba mensimulasikan investasi yang didapat masyarakat yang membeli surat utang negara. Untuk SBR003 kuponnya memang belum ada, jadi simulasi akan dilakukan dengan kupon SBR002.

Mengutip laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, tingkat bunga atau kupon SBR002 sebesar 7,50% yang berlaku untuk pembayaran kupon periode 21 Februari 2018 s.d. 20 Mei 2018.

Dengan demikian, jika membeli SBN Rp 10 juta, maka investor akan mendapatkan keuntungan sebesar 7,5% per tahun dari dana yang diinvestasikan tersebut. Artinya, keuntungan yang didapatkan sebesar Rp 750.000 setiap tahunnya selama dua tahun, totalnya Rp 1,5 juta.

Kupon sebesar 7,5% dibayarkan setiap bulan, artinya sebesar Rp 62.500 dikirim ke pemegang SBN setiap bulannya. Setelah tenor habis, maka pemegang SBN akan mendapatkan Rp 10 juta miliknya. (ara/ang)

https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-3957207/untung-nggak-sih-beli-surat-utang-negara

Info Lengkap Surat Utang Negara

Surat Utang (Obligasi) merupakan salah satu Efek yang tercatat di Bursa di samping Efek lainnya seperti Saham, Sukuk, Efek Beragun Aset maupun Dana Investasi Real Estat. Obligasi dapat dikelompokkan sebagai efek bersifat utang di samping Sukuk. Obligasi dapat dijelaskan sebagai surat utang jangka menengah panjang yang dapat dipindahtangankan, yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Obligasi dapat diterbitkan oleh Korporasi maupun Negara.
Sebagai perbandingan Obligasi dengan Saham maupun Instrumen Keuangan lainnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Perbedaan
Instrumen
Obligasi
Sukuk
Saham
Deposito
Reksadana Terproteksi
Jatuh Tempo
x
Kupon/Bunga
x
x
x
Imbal hasil/Nisbah
x
x
x
x
Dividen
x
x
x
x
Potensi Capital Gain
x
Jaminan Negara (untuk SBN)
x
x
Perdagangan di Pasar Sekunder
x
Stand by buyer di Pasar Sekunder
x
x


Efek Bersifat Utang tercatat di Bursa

Sampai saat ini, terdapat beberapa efek bersifat utang yang tercatat di Bursa, antara lain :
  1. Obligasi Korporasi, yaitu obligasi yang diterbitkan oleh Perusahaan Swasta Nasional termasuk BUMN dan BUMD.
  2. Sukuk adalah Efek Syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian yang tidak terpisahkan atau tidak terbagi (syuyu’/undivided share), atas aset yang mendasarinya.
  3. Surat Berharga Negara (SBN) merupakan Surat Berharga Negara yang terdiri dari Surat Utang Negara dan Surat Berharga Syariah Negara.
    • Surat Utang Negara (SUN) adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan masa berlakunya. Ketentuan mengenai SUN diatur dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara.
    • Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap Aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing. Ketentuan mengenai SBSN diatur dalam Undang Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara.
  4. Efek Beragun Aset (EBA) adalah Efek bersifat utang yang diterbitkan dengan Underlying Aset sebagai dasar penerbitan.

Keuntungan Membeli Efek Bersifat Utang

Berikut adalah keuntungan membeli Efek Bersifat Utang, antara lain :
  1. Mendapatkan kupon/fee/nisbah secara periodik dari efek bersifat utang yang dibeli. Pada umumnya tingkat kupon/fee/nisbah berada di atas bunga Bank Indonesia (BI rate).
  2. Memperoleh capital gain dari penjualan efek bersifat utang di pasar sekunder.
  3. Memiliki risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan instrumen lain seperti saham, dimana pergerakan harga saham lebih berfluktuatif dibandingkan harga efek bersifat utang. Pada efek bersifat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dapat dikatakan sebagai instrumen yang bebas risiko.
  4. Banyak pilihan seri efek bersifat utang yang dapat dipilih oleh investor di pasar sekunder.     

Perdagangan Efek Bersifat Utang

Pada umumnya, instrumen efek bersifat utang diperdagangkan melalui mekanisme over the counter (OTC). Bursa menyediakan sistem khusus untuk memfasilitasi perdagangan efek bersifat utang , yang dikenal dengan nama FITS (Fixed Income Trading System). FITS merupakan sistem (automated remote trading) yang dimiliki Bursa Efek Indonesia untuk memfasilitasi perdagangan efek bersifat utang di Indonesia.
Disamping itu, juga terdapat sistem pelaporan untuk transaksi efek bersifat utang , yang dikenal dengan nama CTP-PLTE (Centralized Trading Platform – Pelaporan Transaksi Efek). CTP-PLTE merupakan sistem elektronik, yang dapat digunakan sebagai sarana perdagangan dan pelaporan transaksi efek bersifat utang .
Dengan diperdagangkannya efek bersifat utang, maka akan terjadi pembentukan harga efek bersifat utang, yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran efek bersifat utang  tersebut. Adapun dasar-dasar yang dapat mempengaruhi harga wajar efek bersifat utang yang diperdagangkan di Bursa, sebagai berikut:
  1. Interest Rates

    Besarnya suku bunga menjadi acuan bagi pembeli efek bersifat utang sebagai perbandingan dasar tingkat pengembalian yang diharapkan. Tingkat suku bunga pasar dalam hal ini dapat berupa BI rate. Ketika suku bunga pasar berubah, maka akan mempengaruhi harga efek bersifat utang. Pada saat tingkat suku bunga pasar mengalami kenaikan, sementara besarnya tingkat pengembalian atas efek bersifat utang adalah tetap, maka return riil dari investor dianggap menjadi relatif lebih kecil. Hal ini akan menyebabkan terjadi aksi jual efek bersifat utang, sehingga harga efek tersebut menjadi turun. Begitu pula sebaliknya.
  2. Faktor Risiko

    Risiko kredit menggambarkan kemampuan penerbit efek bersifat utang dalam melakukan pembayaran bunga atau pelunasan pokok secara tepat waktu sesuai jatuh temponya. Pada umumnya, efek bersifat utang diperingkat secara berkala oleh Lembaga Pemeringkatan Efek. Investor dapat memanfaatkan informasi pemeringkatan efek bersifat utang dari Lembaga Pemeringat Efek untuk mengukur risiko investasi pada suatu efek bersifat utang dan menilai tingkat kredibilitas suatu perusahaan, serta juga dapat memperlihatkan kinerja/prospek perusahaan. Ketika peringkat efek bersifat utang mengalami penurunan, mengindikasikan tingkat risiko Penerbit dalam memenuhi kewajibannya menjadi lebih rendah yang pada akhirnya dapat berpotensi gagal bayar. Kondisi tersebut akan menyebabkan harga efek bersifat utang tersebut mengalami penurunan. Hal ini disebabkan permintaan atas efek bersifat utang juga mengalami penurunan karena efek bersifat utang tersebut dianggap tidak menarik bagi investor.
  3. Jatuh Tempo

    Efek bersifat utang yang tercatat di Bursa memiliki periode jatuh tempo yang berbeda-beda. Pada saat jatuh tempo, Penerbit memiliki kewajiban untuk mengembalikan seluruh pokok efek bersifat utang kepada Investor. Pada umumnya, harga efek bersifat utang berbanding terbalik dengan jangka waktu obligasi. Semakin pendek jangka waktu efek bersifat utang, maka akan semakin kecil tingkat ketidakpastian (risiko) atas efek bersifat utang tersebut. Disamping itu, semakin efek bersifat utang tersebut mendekati tanggal jatuh temponya, maka harga efek tersebut akan semakin mendekati nilai nominalnya (par).
https://www.idx.co.id/produk/surat-utang-obligasi/

Definisi Surat Utang Negara

Surat Utang Negara adalah Surat Berharga yang diterbitkan oleh Pemerintah sesuai Undang-Undang No. 24 Tahun 2002, yang terdiri dari Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara (termasuk Obligasi Negara Retail/ORI).

Surat Utang Negara (SUN) merupakan surat pengakuan utang yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara RI sesuai masa berlakunya. SUN digunakan oleh pemerintah untuk membiayai kebutuhan anggaran pemerintah seperti untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

SUN dapat dimiliki investor melalui pasar perdana maupun pasar sekunder. Pasar Perdana adalah kegiatan penawaran dan penjualan Surat Utang Negara untuk pertama kali, sedangkan Pasar Sekunder adalah kegiatan perdagangan Surat Utang Negara yang telah dijual di Pasar Perdana. 

Jenis SUN
  • Surat Perbendaharaan Negara (SPN)

Surat Perbendaharaan Negara (SPN) adalah SUN yang berjangka waktu maksimal 12 bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto.
  • Obligasi Negara

Obligasi Negara adalah SUN yang berjangka waktu lebih dari 12 bulan dengan kupon atau pembayaran bunga secara diskonto. Obligasi Negara yang diperdagangakan secara ritel disebut dengan Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Tujuan diterbitkannya ORI adalah untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat atau investor individual untuk secara langsung memiliki dan memperdagangkan secara aktif dalam perdagangan Obligasi Negara.

Tingkat keuntungan investasi pada SUN, sebagaimana pada obligasi pada umumnya bersumber dari : pengahasilan kupon (bunga) dan potensi kenaikan harga (capital gain) dari harga obligasi. Namun demikian, salah satu keunggulan SUN dibandingkan Efek lainnya adalah pada minimnya risiko gagal bayar di kemudian hari saat jatuh tempo, baik pembayaran kupon maupun nilai pokoknya. 

Jika kita membeli obligasi korporasi, maka terdapat kemungkinan terjadi gagal bayar baik kupon maupun nilai pokok yang jatuh tempo akibat kondisi keuangan atau perekonomian yang tidak menguntungkan. SUN merupakan instrumen investasi yang bebas resiko gagal bayar karena pembayaran bunga/kupon dan pokoknya dijamin oleh UU SUN. Oleh karena itu, setiap tahun Pemerintah menganggarkan pembayaran kupon maupun pokok ON dalam APBN. 

Produk SUN seperti Obligasi Negara juga dapat dijadikan sebagai agunan dan dapat dijual setiap saat apabila pemilik membutuhkan dana. 

Penjualan dan penawaran Obligasi Negara oleh Pemerintah di pasar primer umumnya dilakukan melalui lelang yang diikuti oleh peserta lelang yang telah memenuhi persyaratan. Peserta Lelang adalah Bank atau Perusahaan Efek yang ditunjuk Menteri Keuangan sebagai Dealer Utama.

https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Category/67

Membeli Surat Utang Negara, Apa Untungnya?

Sejak 2006, surat utang negara tak hanya bisa dibeli oleh negara lain, perusahaan-perusahaan atau konglomerat. Pada tahun itu, untuk pertama kalinya Indonesia menerbitkan obligasi ritel Indonesia, atau yang lebih populer disebut ORI. 

Surat utang diterbitkan dan boleh dibeli investor-investor kecil. Mereka yang hanya memiliki uang Rp5 juta, sudah bisa berinvestasi dengan membeli ORI. Saat pertama kali diterbitkan, ORI mampu menghimpun dana Rp3,283 triliun. 

Sampai saat ini, pemerintah telah menerbitkan ORI sebanyak 13 kali. Pada umumnya, ORI diterbitkan satu seri setiap tahun, namun pemerintah pernah menerbitkan ORI setahun dua kali yakni pada 2007 dan 2008.

Menurut data Kementerian Keuangan, keseluruhan dana yang dihimpun dari ORI sampai 2015 telah mencapai Rp144,125 triliun. Lebih dari 200 investor sudah berpartisipasi. 

Untuk bisa membeli ORI, caranya tak sulit, cukup datang ke 18 bank dan enam perusahaan sekuritas yang menjadi agen penjual ORI. Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Central Asia, Bank Mega adalah beberapa bank yang menjadi agen. Sedangkan enam sekuritas yang bekerja sama adalah Danareksa Sekuritas, Indo Premier Securities, Mega Capital Indonesia, MNC Securities, Sucorinvest Central Gani, dan Trimegah Sekuritas Indonesia. 

Lalu apa untungnya membeli ORI? 

Setiap surat utang tentu memberikan imbal hasil. Dalam surat utang, imbal hasil itu disebut kupon. Penerbit surat utang lah yang menentukan besaran kupon. Biasanya, kupon surat utang dipatok lebih tinggi dari bunga deposito. Sebab kalau sama saja, deposito tentu lebih dipilih, karena tenornya tidak terlalu panjang. 

Begitu juga dengan ORI. Sejak saat pertama kali diterbitkan, kupon ORI selalu lebih tinggi dari bunga deposito. Dan oleh karena ia diterbitkan oleh pemerintah. Kecil sekali kemungkinan terjadi gagal bayar. Kalaupun hal itu sampai terjadi, biasanya ada aset pemerintah yang dijaminkan. 

Besaran kupon ORI berbeda-beda tiap serinya. Ia disesuaikan dengan suku bunga acuan Bank Indonesia saat itu. Kupon tertinggi ORI pernah menyentuh 12,05%, ini terjadi pada 2006, ORI yang pertama. Sementara kupon terendah terjadi pada seri ORI009, yaitu hanya 6,25 persen.

Dari segi keamanan berinvestasi, ia tentu lebih aman dibandingkan membeli obligasi korporasi. Kalau perusahaan pailit, alih-alih untung, uang yang investasikan bisa jadi tak kembali.

Menurut Farah Dini Novita, seorang perencana keuangan, untuk investor pemula atau investor konservatif, tawaran berinvestasi pada ORI cukup menggiurkan. “Karena setiap bulan ada kupon yang dibayar seperti deposito plus jaminan uang kembali setelah jatuh tempo,” katanya. 

Selain imbal hasil yang lebih tinggi, keuntungan lain membeli ORI adalah pajaknya yang lebih kecil dari deposito, yakni hanya 15 persen. Sedangkan pajak deposito dipatok 20 persen. Nilai uang yang dijamin di deposito pun lebih kecil, maksimal cuma Rp2 miliar. 

Kalau kata Sri Mulyani, dengan membeli ORI, masyarakat secara tidak langsung berpartisipasi dalam pembangunan yang manfaatnya juga dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. 

Infografik Imbalan Hasil SUN


Banyak yang menilai bahwa investasi surat utang negara tak memberikan imbal hasil yang maksimal sebab hanya memberikan kupon sedikit lebih tinggi dari deposito. Jika dibandingkan investasi saham, ia kalah jauh. 

Anggapan ini berhasil ditepis oleh data kinerja antar aset yang disusun Bahana TCW Investment Management akhir tahun lalu. Dalam sepuluh tahun terakhir, surat utang negara—termasuk ORI di dalamnya—mencetak keuntungna 201,3 persen dengan rata-rata pertumbuhan 12 persen. 

Angka itu mendekati kinerja indeks harga saham gabungan yang berada di angka 249,6 persen selama sepuluh tahun dan rata-rata 15 persen setiap tahun. 

“Investasi surat utang negara ini harus dilirik, kalau kita lihat, kinerjanya mendekati kinerja saham,” ujar Direktur Bahana, Budi Hikmah. Keuntungan SUN selama sepuluh jauh melampaui bunga deposito selama sepuluh tahun yang hanya 59,2 persen atau rata-rata 4,6 persen per tahun. 

Tetapi tentu saja, jangka waktu ORI biasanya hanya dua atau tiga tahun. Tenor ORI terlama yang pernah diterbitkan adalah lima tahun, yakni seri ORI005 yang terbit pada September 2008.

Selain persoalan keuntungan dan keamanan, keunggulan ORI ialah ia bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Jadi investor tak melulu harus menunggu jatuh tempo, seperti jika ia menempatkan dana di deposito. 

Jadi, jika Anda ingin menginvestasikan uang minimal lima juta dan tak mau ada risiko seperti pada saham dan reksa dana, membeli ORI bisa jadi pilihannya. 

Baca juga artikel terkait BISNIS atau tulisan menarik lainnya Wan Ulfa Nur Zuhra
(tirto.id - Bisnis

Reporter: Wan Ulfa Nur Zuhra
Penulis: Wan Ulfa Nur Zuhra
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti

https://tirto.id/membeli-surat-utang-negara-apa-untungnya-ch2y

Arti Surat Utang Negara

Surat Utang Negara (SUN) adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara RI sesuai masa berlakunya.[1]SUN digunakan oleh pemerintah antara lain untuk membiayai defisit APBN serta menutup kekurangan kas jangka pendek dalam satu tahun anggaran.
Surat Utang Negara terdiri atas:
  1. Surat Perbendaharaan Negara
    Surat Perbendaharaan Negara berjangka waktu sampai dengan 12 (dua belas) bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto.
  2. Obligasi Negara
    Obligasi Negara berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan dengan kupon dan/atau dengan pembayaran bunga secara diskonto/bunga

https://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Utang_Negara